RE-DESIGN PRODUK



Dari Barang Pasar Jadi Produk Elegan: Perjalanan Desain Abon Sapi

Studi Kasus Karya: Muh Rifqy Putra Handoko (NIM: 240907500021) | Kelas: B

Halo Sobat Kreatif! Pernahkah kamu menyadari bagaimana sebuah kemasan bisa mengubah cara kita melihat dan bahkan merasakan—suatu produk sebelum mencicipinya? Kali ini, kita akan mengikuti sebuah cerita menarik tentang Re-Design Produk Abon Sapi. Yuk, kita bedah perjalanannya menggunakan metode Design Thinking!

Perbandingan Desain Sebelum & Sesudah

Desain Lama Abon Sapi


Desain Lama (Plastik Klip)
Desain Baru Niskala Abon
Desain Baru (Niskala)

Bab 1: Kisah Kemasan Lama yang Kurang Melirik

Cerita ini bermula dari kemasan lama yang sangat lazim kita temui di pasar. Saat dianalisis menggunakan Design Thinking, ada beberapa hal yang membuat produk ini sulit diketahui:

  • Empathize: Konsumen mungkin ragu soal higienitas dan daya tahan produk karena plastiknya tipis dan transparan.
  • Define: Masalah utamanya adalah "Identitas". Namanya cuma "Abon Sapi", jadi nggak ada ikatan emosional sama pembeli.
  • Ideation: Ide visualnya sangat dasar, karena hanya mengandalkan tampilan fisik abon di balik plastik.
  • Prototype: Transisi dari "Plastik Klip" ke "Standing Pouch" adalah bentuk prototype yang sukses.

Bab 2: Lahirnya Identitas Elegan "NISKALA"

Menyadari kelemahan tersebut, sebuah transformasi dilakukan. Lahirlah Desain Produk Baru dengan membawa nama NISKALA ABON. Bagaimana pendekatan Design Thinking pada kemasan baru ini?

  • Empathize: Desain ini menjawab ketakutan konsumen dengan kemasan standing pouch yang lebih protektif.
  • Define: Fokus beralih pada Branding. Dengan nama "NISKALA", produsen menetapkan identitas yang jelas.
  • Ideation: Muncul ide untuk menonjolkan daya tarik visual lewat foto plating abon yang rapi dipadukan dengan kombinasi warna cokelat-emas.
  • Prototype: Penempatan nama merk, jenis produk, dan gambar dibuat sangat seimbang untuk mengarahkan mata konsumen.

Kesimpulan Akhir

Kisah ini membuktikan bahwa desain baru berhasil melewati proses Design Thinking dengan baik. Ia sukses mengubah status "Barang Pasar" menjadi sebuah "Produk Brand". Secara visual, mahakarya produk ini siap dilempar ke pasar yang lebih luas seperti minimarket bergengsi atau pusat oleh-oleh.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama